/ default

Publikasi Ilmiah
Gerakan Literasi Sekolah


Strategi Mengajar yang Menyenangkan dan Mendidik dengan Cerdik
| 352 views


STRATEGI MENGAJAR YANG MENYENANGKAN DAN MENDIDIK DENGAN CERDIK

Oleh: Julianti AM Tambunan, S.Pd                                                                                         

Kegiatan belajar bukan hanya disekolah oleh guru, tetapi oleh siapapun dan kapanpun, karna naluri mendidik telah diberikan kepada setiap kita. Sebodoh-bodohnya orang, sekali waktu dia pasti mau belajar, entah dia ber IQ rendah atau tinggi, cerdas atau bodoh, cacat atau tidak.

Manusia diciptakan dengan keunikan-keunikan sendiri. Setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan, setiap siswa adalah unik. Sebagai seorang guru kita tidak bisa langsung menyalahkan anak, namun kita harus meneliti permasalahan anak dan berbicara dari hati ke hati. Selain itu sebagai seorang guru kita tidak langsung menyalahkan anak, tetapi harus melakukan instropeksi terhadap diri sendiri. Dan dalam mengajar seorang guru harus menjelaskan materi secara sistematis, runut, simple dan lugas, tidak bertele-tele dan mudah dicerna.

Sebagai seorang guru kita memiliki banyak kelebihan, guru itu : awet muda, dipakai dimana-mana, pahlawan banyak jasa dan amal mulia. Dalam diri seorang guru harus ditanamkan bahwa materi bukan target utama, namun keberhasilan mengajar dan membuat sukses. Oleh karena itu guru harus mampu mengajar dan menciptakan lingkungan yang kondusif.

Karakter yang harus dimiliki oleh seorang guru agar menyenangkan dan mendidik dengan cerdik adalah sebagai berikut :

a.  Komunikatif

Seorang guru yang komunikatif biasanya enak diajak bicara, dekat dengan siswa dan menganggab siswa sebagai partner.

b.  Dinamis dan kreatif

Cara menjelaskan mudah dipahami, suara jelas dan banyak variasi, saat siswa merasa lelah dan mengantuk guru dapat mengajak siswa melakukan permainan.

c.  Memahami Siswa

Saat melihat siswa tidak konsentrasi belajar atau bertingkah lain, seorang guru tidak langsung marah atau menyalahkan, bahkan menghukum anak tetapi lebih baik bertanya dulu apa permasalahan anak tersebut

d.  Humoris

Saat seorang guru berkata, saya tidak bisa melakukan hal lucu atau bercerita lucu, setidaknya seorang guru masuk ke kelas dengan senyuman.

e.  Demokratis

Seorang guru tidak bisa otoriter, namun seorang guru itu harus memberikan kesempatan kepada anak untuk mengemukakan pendapat, mengerjakan tugas dengan caranya sendiri. Memberikan motivasi kepada siswa yang salah menjawab, dan bukan mematahkan semangatnya.




sumber : Julianti A.M Tambunan, S.Pd
asd r57 txt mavi yolculuk dizi izle Led Ekran izmir escort replika saat replika saat replika saat gümüş alyans film izle türkçe bahisnow en güvenilir bahis siteleri https://www.ankaradershaneleri.gen.tr/ instagram beğeni hilesi soyunma dolabı omegle random chat