/ default

Berita
Gerakan Literasi Sekolah


Gantungan Kunci dari Thailand dan Minat Baca di SMPN 4 Cikalongwetan
31 Mei 2017 | 284 views

| |

 

Setiap sebulan sekali untuk meningkatkan minat baca di SMPN 4 Cikalongwetan Bandung Barat, ada kebiasaan pemberian pengahargaan kepada siswa dan kelas yang menbaca buku terbanyak, pemberian penghargaan ini menjadi salah satu motivasi bagi anak-anak untuk meningkatkan budaya baca. Pemberian penghargaan pun beragam mulai dari piagama, barang menarik dan unik, uang saku, atau pun buku bacaan. Tentunya penghargaan tersebut diberikan kepada siswa dan juga kelas yang paling banyak membaca buku. Hadiah yang diberikan tersebut memang tidak memiliki nilai besar namun ketika diberikan anak akan senang dan juga termotivasi.

Seperti biasa setiap awal bulan para guru disibukkan kembali dengan  tugas untuk mendata siswa yang paling banyak membaca buku, dan menilai kelas terbanyak membaca bukupun mendata, dan rencananya akan diberi penghargaan pada hari senin, setelah kegiatan upacara selesai. Namun yang akan diberikan pada waktu itu hanya selembar piagam penghargaan saja. Salah satu guru di SMP 4 Cikalongwetan pun berujar “Seandainya punya uang lebih ingin membelikan hadiah selain piagam untuk memotivasi siswa menbaca buku, tapi sayang pada waktu itu uang saya terkuras habis untuk membayar SPP Kuliah,” Ketika sedang duduk bersantai, terlintaslah sebuah ide untuk memberikan barang yang pernah dibeli negeri Gajah putih. Barang tersebut berupa gantungan kunci yang dibeli cukup banyak ketika melakukan study banding ke ke negara tersebut.

Akhirnya  gantungan kunci tersebut dibawa ke sekolah pada hari senin. Dan ketika upacara berlangsung guru yang lain sibuk membungkus gantungan kunci yang akan dibagikan, lengkap dengan piagam penghargaannya. Kemudian pembagian hadiah pun tiba, saatnya siswa dan perwakilan kelas yang paling banyak membaca buku disuruh tampil kedepan, kemudian guru juga, mereka semua dibagi piagam dan hadiah kecil yang dibungkus rapih.

Setelah selesai pembagian piagam dan hadiah semua anak-anak ribut menbuka hadiahnya, dan mereka berteriak “asyik..... gantungan kunci dari Thailand...”,  mereka terlihat bahagia, dan berkata “Ibu jadi semakin semangat untuk membaca buku”, bahkan ada anak-anak yang lain berkata “nanti saya juga mau lebih rajin membaca”.ketika itu aku acungkan jempol buat anak-anakku dan berkata “semakin semangat yah menbaca bukunya !”. Di kelas semua guru memberikan pengarahan, tentang hadiah yang diberikan,  ada hadiah ataupun tidak ada hadiah menbaca harus terus dilakukan, kalau lah mendapatkan hadiah itu adalah bonus dari kebiasaan membaca.

Itulah salah satu pengalaman guru SMP 4 Cikalongwetan dalam meningkatkan budaya baca di sekolah, walaupun dengan pemberian hadiah yang tidak seberapa tapi berharap dapat memotivasi warga sekolah untuk membaca buku.Mereka berharap semoga upaya kecil ini bisa bermamfaat untuk kemajuan dunia pendidikan dan literasi. (afi)

  Antara Gantungan Kunci dari Thailand dan Minat Baca di SMPN 4 Cikalongwetan

 

Setiap sebulan sekali untuk meningkatkan minat baca di SMPN 4 Cikalongwetan Bandung Barat, ada kebiasaan pemberian pengahargaan kepada siswa dan kelas yang menbaca buku terbanyak, pemberian penghargaan ini menjadi salah satu motivasi bagi anak-anak untuk meningkatkan budaya baca. Pemberian penghargaan pun beragam mulai dari piagama, barang menarik dan unik, uang saku, atau pun buku bacaan. Tentunya penghargaan tersebut diberikan kepada siswa dan juga kelas yang paling banyak membaca buku. Hadiah yang diberikan tersebut memang tidak memiliki nilai besar namun ketika diberikan anak akan senang dan juga termotivasi.

Seperti biasa setiap awal bulan para guru disibukkan kembali dengan  tugas untuk mendata siswa yang paling banyak membaca buku, dan menilai kelas terbanyak membaca bukupun mendata, dan rencananya akan diberi penghargaan pada hari senin, setelah kegiatan upacara selesai. Namun yang akan diberikan pada waktu itu hanya selembar piagam penghargaan saja. Salah satu guru di SMP 4 Cikalongwetan pun berujar “Seandainya punya uang lebih ingin membelikan hadiah selain piagam untuk memotivasi siswa menbaca buku, tapi sayang pada waktu itu uang saya terkuras habis untuk membayar SPP Kuliah,” Ketika sedang duduk bersantai, terlintaslah sebuah ide untuk memberikan barang yang pernah dibeli negeri Gajah putih. Barang tersebut berupa gantungan kunci yang dibeli cukup banyak ketika melakukan study banding ke ke negara tersebut.

Akhirnya  gantungan kunci tersebut dibawa ke sekolah pada hari senin. Dan ketika upacara berlangsung guru yang lain sibuk membungkus gantungan kunci yang akan dibagikan, lengkap dengan piagam penghargaannya. Kemudian pembagian hadiah pun tiba, saatnya siswa dan perwakilan kelas yang paling banyak membaca buku disuruh tampil kedepan, kemudian guru juga, mereka semua dibagi piagam dan hadiah kecil yang dibungkus rapih.

Setelah selesai pembagian piagam dan hadiah semua anak-anak ribut menbuka hadiahnya, dan mereka berteriak “asyik..... gantungan kunci dari Thailand...”,  mereka terlihat bahagia, dan berkata “Ibu jadi semakin semangat untuk membaca buku”, bahkan ada anak-anak yang lain berkata “nanti saya juga mau lebih rajin membaca”.ketika itu aku acungkan jempol buat anak-anakku dan berkata “semakin semangat yah menbaca bukunya !”. Di kelas semua guru memberikan pengarahan, tentang hadiah yang diberikan,  ada hadiah ataupun tidak ada hadiah menbaca harus terus dilakukan, kalau lah mendapatkan hadiah itu adalah bonus dari kebiasaan membaca.

Itulah salah satu pengalaman guru SMP 4 Cikalongwetan dalam meningkatkan budaya baca di sekolah, walaupun dengan pemberian hadiah yang tidak seberapa tapi berharap dapat memotivasi warga sekolah untuk membaca buku.Mereka berharap semoga upaya kecil ini bisa bermamfaat untuk kemajuan dunia pendidikan dan literasi. (afi)

  Antara Gantungan Kunci dari Thailand dan Minat Baca di SMPN 4 Cikalongwetan

 

Setiap sebulan sekali untuk meningkatkan minat baca di SMPN 4 Cikalongwetan Bandung Barat, ada kebiasaan pemberian pengahargaan kepada siswa dan kelas yang menbaca buku terbanyak, pemberian penghargaan ini menjadi salah satu motivasi bagi anak-anak untuk meningkatkan budaya baca. Pemberian penghargaan pun beragam mulai dari piagama, barang menarik dan unik, uang saku, atau pun buku bacaan. Tentunya penghargaan tersebut diberikan kepada siswa dan juga kelas yang paling banyak membaca buku. Hadiah yang diberikan tersebut memang tidak memiliki nilai besar namun ketika diberikan anak akan senang dan juga termotivasi.

Seperti biasa setiap awal bulan para guru disibukkan kembali dengan  tugas untuk mendata siswa yang paling banyak membaca buku, dan menilai kelas terbanyak membaca bukupun mendata, dan rencananya akan diberi penghargaan pada hari senin, setelah kegiatan upacara selesai. Namun yang akan diberikan pada waktu itu hanya selembar piagam penghargaan saja. Salah satu guru di SMP 4 Cikalongwetan pun berujar “Seandainya punya uang lebih ingin membelikan hadiah selain piagam untuk memotivasi siswa menbaca buku, tapi sayang pada waktu itu uang saya terkuras habis untuk membayar SPP Kuliah,” Ketika sedang duduk bersantai, terlintaslah sebuah ide untuk memberikan barang yang pernah dibeli negeri Gajah putih. Barang tersebut berupa gantungan kunci yang dibeli cukup banyak ketika melakukan study banding ke ke negara tersebut.

Akhirnya  gantungan kunci tersebut dibawa ke sekolah pada hari senin. Dan ketika upacara berlangsung guru yang lain sibuk membungkus gantungan kunci yang akan dibagikan, lengkap dengan piagam penghargaannya. Kemudian pembagian hadiah pun tiba, saatnya siswa dan perwakilan kelas yang paling banyak membaca buku disuruh tampil kedepan, kemudian guru juga, mereka semua dibagi piagam dan hadiah kecil yang dibungkus rapih.

Setelah selesai pembagian piagam dan hadiah semua anak-anak ribut menbuka hadiahnya, dan mereka berteriak “asyik..... gantungan kunci dari Thailand...”,  mereka terlihat bahagia, dan berkata “Ibu jadi semakin semangat untuk membaca buku”, bahkan ada anak-anak yang lain berkata “nanti saya juga mau lebih rajin membaca”.ketika itu aku acungkan jempol buat anak-anakku dan berkata “semakin semangat yah menbaca bukunya !”. Di kelas semua guru memberikan pengarahan, tentang hadiah yang diberikan,  ada hadiah ataupun tidak ada hadiah menbaca harus terus dilakukan, kalau lah mendapatkan hadiah itu adalah bonus dari kebiasaan membaca.

Itulah salah satu pengalaman guru SMP 4 Cikalongwetan dalam meningkatkan budaya baca di sekolah, walaupun dengan pemberian hadiah yang tidak seberapa tapi berharap dapat memotivasi warga sekolah untuk membaca buku.Mereka berharap semoga upaya kecil ini bisa bermamfaat untuk kemajuan dunia pendidikan dan literasi. (afi)

  Antara Gantungan Kunci dari Thailand dan Minat Baca di SMPN 4 Cikalongwetan

 

Setiap sebulan sekali untuk meningkatkan minat baca di SMPN 4 Cikalongwetan Bandung Barat, ada kebiasaan pemberian pengahargaan kepada siswa dan kelas yang menbaca buku terbanyak, pemberian penghargaan ini menjadi salah satu motivasi bagi anak-anak untuk meningkatkan budaya baca. Pemberian penghargaan pun beragam mulai dari piagama, barang menarik dan unik, uang saku, atau pun buku bacaan. Tentunya penghargaan tersebut diberikan kepada siswa dan juga kelas yang paling banyak membaca buku. Hadiah yang diberikan tersebut memang tidak memiliki nilai besar namun ketika diberikan anak akan senang dan juga termotivasi.

Seperti biasa setiap awal bulan para guru disibukkan kembali dengan  tugas untuk mendata siswa yang paling banyak membaca buku, dan menilai kelas terbanyak membaca bukupun mendata, dan rencananya akan diberi penghargaan pada hari senin, setelah kegiatan upacara selesai. Namun yang akan diberikan pada waktu itu hanya selembar piagam penghargaan saja. Salah satu guru di SMP 4 Cikalongwetan pun berujar “Seandainya punya uang lebih ingin membelikan hadiah selain piagam untuk memotivasi siswa menbaca buku, tapi sayang pada waktu itu uang saya terkuras habis untuk membayar SPP Kuliah,” Ketika sedang duduk bersantai, terlintaslah sebuah ide untuk memberikan barang yang pernah dibeli negeri Gajah putih. Barang tersebut berupa gantungan kunci yang dibeli cukup banyak ketika melakukan study banding ke ke negara tersebut.

Akhirnya  gantungan kunci tersebut dibawa ke sekolah pada hari senin. Dan ketika upacara berlangsung guru yang lain sibuk membungkus gantungan kunci yang akan dibagikan, lengkap dengan piagam penghargaannya. Kemudian pembagian hadiah pun tiba, saatnya siswa dan perwakilan kelas yang paling banyak membaca buku disuruh tampil kedepan, kemudian guru juga, mereka semua dibagi piagam dan hadiah kecil yang dibungkus rapih.

Setelah selesai pembagian piagam dan hadiah semua anak-anak ribut menbuka hadiahnya, dan mereka berteriak “asyik..... gantungan kunci dari Thailand...”,  mereka terlihat bahagia, dan berkata “Ibu jadi semakin semangat untuk membaca buku”, bahkan ada anak-anak yang lain berkata “nanti saya juga mau lebih rajin membaca”.ketika itu aku acungkan jempol buat anak-anakku dan berkata “semakin semangat yah menbaca bukunya !”. Di kelas semua guru memberikan pengarahan, tentang hadiah yang diberikan,  ada hadiah ataupun tidak ada hadiah menbaca harus terus dilakukan, kalau lah mendapatkan hadiah itu adalah bonus dari kebiasaan membaca.

Itulah salah satu pengalaman guru SMP 4 Cikalongwetan dalam meningkatkan budaya baca di sekolah, walaupun dengan pemberian hadiah yang tidak seberapa tapi berharap dapat memotivasi warga sekolah untuk membaca buku.Mereka berharap semoga upaya kecil ini bisa bermamfaat untuk kemajuan dunia pendidikan dan literasi. (afi)

  Antara Gantungan Kunci dari Thailand dan Minat Baca di SMPN 4 Cikalongwetan

 

Setiap sebulan sekali untuk meningkatkan minat baca di SMPN 4 Cikalongwetan Bandung Barat, ada kebiasaan pemberian pengahargaan kepada siswa dan kelas yang menbaca buku terbanyak, pemberian penghargaan ini menjadi salah satu motivasi bagi anak-anak untuk meningkatkan budaya baca. Pemberian penghargaan pun beragam mulai dari piagama, barang menarik dan unik, uang saku, atau pun buku bacaan. Tentunya penghargaan tersebut diberikan kepada siswa dan juga kelas yang paling banyak membaca buku. Hadiah yang diberikan tersebut memang tidak memiliki nilai besar namun ketika diberikan anak akan senang dan juga termotivasi.

Seperti biasa setiap awal bulan para guru disibukkan kembali dengan  tugas untuk mendata siswa yang paling banyak membaca buku, dan menilai kelas terbanyak membaca bukupun mendata, dan rencananya akan diberi penghargaan pada hari senin, setelah kegiatan upacara selesai. Namun yang akan diberikan pada waktu itu hanya selembar piagam penghargaan saja. Salah satu guru di SMP 4 Cikalongwetan pun berujar “Seandainya punya uang lebih ingin membelikan hadiah selain piagam untuk memotivasi siswa menbaca buku, tapi sayang pada waktu itu uang saya terkuras habis untuk membayar SPP Kuliah,” Ketika sedang duduk bersantai, terlintaslah sebuah ide untuk memberikan barang yang pernah dibeli negeri Gajah putih. Barang tersebut berupa gantungan kunci yang dibeli cukup banyak ketika melakukan study banding ke ke negara tersebut.

Akhirnya  gantungan kunci tersebut dibawa ke sekolah pada hari senin. Dan ketika upacara berlangsung guru yang lain sibuk membungkus gantungan kunci yang akan dibagikan, lengkap dengan piagam penghargaannya. Kemudian pembagian hadiah pun tiba, saatnya siswa dan perwakilan kelas yang paling banyak membaca buku disuruh tampil kedepan, kemudian guru juga, mereka semua dibagi piagam dan hadiah kecil yang dibungkus rapih.

Setelah selesai pembagian piagam dan hadiah semua anak-anak ribut menbuka hadiahnya, dan mereka berteriak “asyik..... gantungan kunci dari Thailand...”,  mereka terlihat bahagia, dan berkata “Ibu jadi semakin semangat untuk membaca buku”, bahkan ada anak-anak yang lain berkata “nanti saya juga mau lebih rajin membaca”.ketika itu aku acungkan jempol buat anak-anakku dan berkata “semakin semangat yah menbaca bukunya !”. Di kelas semua guru memberikan pengarahan, tentang hadiah yang diberikan,  ada hadiah ataupun tidak ada hadiah menbaca harus terus dilakukan, kalau lah mendapatkan hadiah itu adalah bonus dari kebiasaan membaca.

Itulah salah satu pengalaman guru SMP 4 Cikalongwetan dalam meningkatkan budaya baca di sekolah, walaupun dengan pemberian hadiah yang tidak seberapa tapi berharap dapat memotivasi warga sekolah untuk membaca buku.Mereka berharap semoga upaya kecil ini bisa bermamfaat untuk kemajuan dunia pendidikan dan literasi. (afi)

  Antara Gantungan Kunci dari Thailand dan Minat Baca di SMPN 4 Cikalongwetan

 

Setiap sebulan sekali untuk meningkatkan minat baca di SMPN 4 Cikalongwetan Bandung Barat, ada kebiasaan pemberian pengahargaan kepada siswa dan kelas yang menbaca buku terbanyak, pemberian penghargaan ini menjadi salah satu motivasi bagi anak-anak untuk meningkatkan budaya baca. Pemberian penghargaan pun beragam mulai dari piagama, barang menarik dan unik, uang saku, atau pun buku bacaan. Tentunya penghargaan tersebut diberikan kepada siswa dan juga kelas yang paling banyak membaca buku. Hadiah yang diberikan tersebut memang tidak memiliki nilai besar namun ketika diberikan anak akan senang dan juga termotivasi.

Seperti biasa setiap awal bulan para guru disibukkan kembali dengan  tugas untuk mendata siswa yang paling banyak membaca buku, dan menilai kelas terbanyak membaca bukupun mendata, dan rencananya akan diberi penghargaan pada hari senin, setelah kegiatan upacara selesai. Namun yang akan diberikan pada waktu itu hanya selembar piagam penghargaan saja. Salah satu guru di SMP 4 Cikalongwetan pun berujar “Seandainya punya uang lebih ingin membelikan hadiah selain piagam untuk memotivasi siswa menbaca buku, tapi sayang pada waktu itu uang saya terkuras habis untuk membayar SPP Kuliah,” Ketika sedang duduk bersantai, terlintaslah sebuah ide untuk memberikan barang yang pernah dibeli negeri Gajah putih. Barang tersebut berupa gantungan kunci yang dibeli cukup banyak ketika melakukan study banding ke ke negara tersebut.

Akhirnya  gantungan kunci tersebut dibawa ke sekolah pada hari senin. Dan ketika upacara berlangsung guru yang lain sibuk membungkus gantungan kunci yang akan dibagikan, lengkap dengan piagam penghargaannya. Kemudian pembagian hadiah pun tiba, saatnya siswa dan perwakilan kelas yang paling banyak membaca buku disuruh tampil kedepan, kemudian guru juga, mereka semua dibagi piagam dan hadiah kecil yang dibungkus rapih.

Setelah selesai pembagian piagam dan hadiah semua anak-anak ribut menbuka hadiahnya, dan mereka berteriak “asyik..... gantungan kunci dari Thailand...”,  mereka terlihat bahagia, dan berkata “Ibu jadi semakin semangat untuk membaca buku”, bahkan ada anak-anak yang lain berkata “nanti saya juga mau lebih rajin membaca”.ketika itu aku acungkan jempol buat anak-anakku dan berkata “semakin semangat yah menbaca bukunya !”. Di kelas semua guru memberikan pengarahan, tentang hadiah yang diberikan,  ada hadiah ataupun tidak ada hadiah menbaca harus terus dilakukan, kalau lah mendapatkan hadiah itu adalah bonus dari kebiasaan membaca.

Itulah salah satu pengalaman guru SMP 4 Cikalongwetan dalam meningkatkan budaya baca di sekolah, walaupun dengan pemberian hadiah yang tidak seberapa tapi berharap dapat memotivasi warga sekolah untuk membaca buku.Mereka berharap semoga upaya kecil ini bisa bermamfaat untuk kemajuan dunia pendidikan dan literasi. (afi)

  Antara Gantungan Kunci dari Thailand dan Minat Baca di SMPN 4 Cikalongwetan

 

Setiap sebulan sekali untuk meningkatkan minat baca di SMPN 4 Cikalongwetan Bandung Barat, ada kebiasaan pemberian pengahargaan kepada siswa dan kelas yang menbaca buku terbanyak, pemberian penghargaan ini menjadi salah satu motivasi bagi anak-anak untuk meningkatkan budaya baca. Pemberian penghargaan pun beragam mulai dari piagama, barang menarik dan unik, uang saku, atau pun buku bacaan. Tentunya penghargaan tersebut diberikan kepada siswa dan juga kelas yang paling banyak membaca buku. Hadiah yang diberikan tersebut memang tidak memiliki nilai besar namun ketika diberikan anak akan senang dan juga termotivasi.

Seperti biasa setiap awal bulan para guru disibukkan kembali dengan  tugas untuk mendata siswa yang paling banyak membaca buku, dan menilai kelas terbanyak membaca bukupun mendata, dan rencananya akan diberi penghargaan pada hari senin, setelah kegiatan upacara selesai. Namun yang akan diberikan pada waktu itu hanya selembar piagam penghargaan saja. Salah satu guru di SMP 4 Cikalongwetan pun berujar “Seandainya punya uang lebih ingin membelikan hadiah selain piagam untuk memotivasi siswa menbaca buku, tapi sayang pada waktu itu uang saya terkuras habis untuk membayar SPP Kuliah,” Ketika sedang duduk bersantai, terlintaslah sebuah ide untuk memberikan barang yang pernah dibeli negeri Gajah putih. Barang tersebut berupa gantungan kunci yang dibeli cukup banyak ketika melakukan study banding ke ke negara tersebut.

Akhirnya  gantungan kunci tersebut dibawa ke sekolah pada hari senin. Dan ketika upacara berlangsung guru yang lain sibuk membungkus gantungan kunci yang akan dibagikan, lengkap dengan piagam penghargaannya. Kemudian pembagian hadiah pun tiba, saatnya siswa dan perwakilan kelas yang paling banyak membaca buku disuruh tampil kedepan, kemudian guru juga, mereka semua dibagi piagam dan hadiah kecil yang dibungkus rapih.

Setelah selesai pembagian piagam dan hadiah semua anak-anak ribut menbuka hadiahnya, dan mereka berteriak “asyik..... gantungan kunci dari Thailand...”,  mereka terlihat bahagia, dan berkata “Ibu jadi semakin semangat untuk membaca buku”, bahkan ada anak-anak yang lain berkata “nanti saya juga mau lebih rajin membaca”.ketika itu aku acungkan jempol buat anak-anakku dan berkata “semakin semangat yah menbaca bukunya !”. Di kelas semua guru memberikan pengarahan, tentang hadiah yang diberikan,  ada hadiah ataupun tidak ada hadiah menbaca harus terus dilakukan, kalau lah mendapatkan hadiah itu adalah bonus dari kebiasaan membaca.

Itulah salah satu pengalaman guru SMP 4 Cikalongwetan dalam meningkatkan budaya baca di sekolah, walaupun dengan pemberian hadiah yang tidak seberapa tapi berharap dapat memotivasi warga sekolah untuk membaca buku.Mereka berharap semoga upaya kecil ini bisa bermamfaat untuk kemajuan dunia pendidikan dan literasi. (afi)

  Antara Gantungan Kunci dari Thailand dan Minat Baca di SMPN 4 Cikalongwetan

 

Setiap sebulan sekali untuk meningkatkan minat baca di SMPN 4 Cikalongwetan Bandung Barat, ada kebiasaan pemberian pengahargaan kepada siswa dan kelas yang menbaca buku terbanyak, pemberian penghargaan ini menjadi salah satu motivasi bagi anak-anak untuk meningkatkan budaya baca. Pemberian penghargaan pun beragam mulai dari piagama, barang menarik dan unik, uang saku, atau pun buku bacaan. Tentunya penghargaan tersebut diberikan kepada siswa dan juga kelas yang paling banyak membaca buku. Hadiah yang diberikan tersebut memang tidak memiliki nilai besar namun ketika diberikan anak akan senang dan juga termotivasi.

Seperti biasa setiap awal bulan para guru disibukkan kembali dengan  tugas untuk mendata siswa yang paling banyak membaca buku, dan menilai kelas terbanyak membaca bukupun mendata, dan rencananya akan diberi penghargaan pada hari senin, setelah kegiatan upacara selesai. Namun yang akan diberikan pada waktu itu hanya selembar piagam penghargaan saja. Salah satu guru di SMP 4 Cikalongwetan pun berujar “Seandainya punya uang lebih ingin membelikan hadiah selain piagam untuk memotivasi siswa menbaca buku, tapi sayang pada waktu itu uang saya terkuras habis untuk membayar SPP Kuliah,” Ketika sedang duduk bersantai, terlintaslah sebuah ide untuk memberikan barang yang pernah dibeli negeri Gajah putih. Barang tersebut berupa gantungan kunci yang dibeli cukup banyak ketika melakukan study banding ke ke negara tersebut.

Akhirnya  gantungan kunci tersebut dibawa ke sekolah pada hari senin. Dan ketika upacara berlangsung guru yang lain sibuk membungkus gantungan kunci yang akan dibagikan, lengkap dengan piagam penghargaannya. Kemudian pembagian hadiah pun tiba, saatnya siswa dan perwakilan kelas yang paling banyak membaca buku disuruh tampil kedepan, kemudian guru juga, mereka semua dibagi piagam dan hadiah kecil yang dibungkus rapih.

Setelah selesai pembagian piagam dan hadiah semua anak-anak ribut menbuka hadiahnya, dan mereka berteriak “asyik..... gantungan kunci dari Thailand...”,  mereka terlihat bahagia, dan berkata “Ibu jadi semakin semangat untuk membaca buku”, bahkan ada anak-anak yang lain berkata “nanti saya juga mau lebih rajin membaca”.ketika itu aku acungkan jempol buat anak-anakku dan berkata “semakin semangat yah menbaca bukunya !”. Di kelas semua guru memberikan pengarahan, tentang hadiah yang diberikan,  ada hadiah ataupun tidak ada hadiah menbaca harus terus dilakukan, kalau lah mendapatkan hadiah itu adalah bonus dari kebiasaan membaca.

Itulah salah satu pengalaman guru SMP 4 Cikalongwetan dalam meningkatkan budaya baca di sekolah, walaupun dengan pemberian hadiah yang tidak seberapa tapi berharap dapat memotivasi warga sekolah untuk membaca buku.Mereka berharap semoga upaya kecil ini bisa bermamfaat untuk kemajuan dunia pendidikan dan literasi. (afi)

  Antara Gantungan Kunci dari Thailand dan Minat Baca di SMPN 4 Cikalongwetan

 

Setiap sebulan sekali untuk meningkatkan minat baca di SMPN 4 Cikalongwetan Bandung Barat, ada kebiasaan pemberian pengahargaan kepada siswa dan kelas yang menbaca buku terbanyak, pemberian penghargaan ini menjadi salah satu motivasi bagi anak-anak untuk meningkatkan budaya baca. Pemberian penghargaan pun beragam mulai dari piagama, barang menarik dan unik, uang saku, atau pun buku bacaan. Tentunya penghargaan tersebut diberikan kepada siswa dan juga kelas yang paling banyak membaca buku. Hadiah yang diberikan tersebut memang tidak memiliki nilai besar namun ketika diberikan anak akan senang dan juga termotivasi.

Seperti biasa setiap awal bulan para guru disibukkan kembali dengan  tugas untuk mendata siswa yang paling banyak membaca buku, dan menilai kelas terbanyak membaca bukupun mendata, dan rencananya akan diberi penghargaan pada hari senin, setelah kegiatan upacara selesai. Namun yang akan diberikan pada waktu itu hanya selembar piagam penghargaan saja. Salah satu guru di SMP 4 Cikalongwetan pun berujar “Seandainya punya uang lebih ingin membelikan hadiah selain piagam untuk memotivasi siswa menbaca buku, tapi sayang pada waktu itu uang saya terkuras habis untuk membayar SPP Kuliah,” Ketika sedang duduk bersantai, terlintaslah sebuah ide untuk memberikan barang yang pernah dibeli negeri Gajah putih. Barang tersebut berupa gantungan kunci yang dibeli cukup banyak ketika melakukan study banding ke ke negara tersebut.

Akhirnya  gantungan kunci tersebut dibawa ke sekolah pada hari senin. Dan ketika upacara berlangsung guru yang lain sibuk membungkus gantungan kunci yang akan dibagikan, lengkap dengan piagam penghargaannya. Kemudian pembagian hadiah pun tiba, saatnya siswa dan perwakilan kelas yang paling banyak membaca buku disuruh tampil kedepan, kemudian guru juga, mereka semua dibagi piagam dan hadiah kecil yang dibungkus rapih.

Setelah selesai pembagian piagam dan hadiah semua anak-anak ribut menbuka hadiahnya, dan mereka berteriak “asyik..... gantungan kunci dari Thailand...”,  mereka terlihat bahagia, dan berkata “Ibu jadi semakin semangat untuk membaca buku”, bahkan ada anak-anak yang lain berkata “nanti saya juga mau lebih rajin membaca”.ketika itu aku acungkan jempol buat anak-anakku dan berkata “semakin semangat yah menbaca bukunya !”. Di kelas semua guru memberikan pengarahan, tentang hadiah yang diberikan,  ada hadiah ataupun tidak ada hadiah menbaca harus terus dilakukan, kalau lah mendapatkan hadiah itu adalah bonus dari kebiasaan membaca.

Itulah salah satu pengalaman guru SMP 4 Cikalongwetan dalam meningkatkan budaya baca di sekolah, walaupun dengan pemberian hadiah yang tidak seberapa tapi berharap dapat memotivasi warga sekolah untuk membaca buku.Mereka berharap semoga upaya kecil ini bisa bermamfaat untuk kemajuan dunia pendidikan dan literasi. (afi)

  Antara Gantungan Kunci dari Thailand dan Minat Baca di SMPN 4 Cikalongwetan

 

Setiap sebulan sekali untuk meningkatkan minat baca di SMPN 4 Cikalongwetan Bandung Barat, ada kebiasaan pemberian pengahargaan kepada siswa dan kelas yang menbaca buku terbanyak, pemberian penghargaan ini menjadi salah satu motivasi bagi anak-anak untuk meningkatkan budaya baca. Pemberian penghargaan pun beragam mulai dari piagama, barang menarik dan unik, uang saku, atau pun buku bacaan. Tentunya penghargaan tersebut diberikan kepada siswa dan juga kelas yang paling banyak membaca buku. Hadiah yang diberikan tersebut memang tidak memiliki nilai besar namun ketika diberikan anak akan senang dan juga termotivasi.

Seperti biasa setiap awal bulan para guru disibukkan kembali dengan  tugas untuk mendata siswa yang paling banyak membaca buku, dan menilai kelas terbanyak membaca bukupun mendata, dan rencananya akan diberi penghargaan pada hari senin, setelah kegiatan upacara selesai. Namun yang akan diberikan pada waktu itu hanya selembar piagam penghargaan saja. Salah satu guru di SMP 4 Cikalongwetan pun berujar “Seandainya punya uang lebih ingin membelikan hadiah selain piagam untuk memotivasi siswa menbaca buku, tapi sayang pada waktu itu uang saya terkuras habis untuk membayar SPP Kuliah,” Ketika sedang duduk bersantai, terlintaslah sebuah ide untuk memberikan barang yang pernah dibeli negeri Gajah putih. Barang tersebut berupa gantungan kunci yang dibeli cukup banyak ketika melakukan study banding ke ke negara tersebut.

Akhirnya  gantungan kunci tersebut dibawa ke sekolah pada hari senin. Dan ketika upacara berlangsung guru yang lain sibuk membungkus gantungan kunci yang akan dibagikan, lengkap dengan piagam penghargaannya. Kemudian pembagian hadiah pun tiba, saatnya siswa dan perwakilan kelas yang paling banyak membaca buku disuruh tampil kedepan, kemudian guru juga, mereka semua dibagi piagam dan hadiah kecil yang dibungkus rapih.

Setelah selesai pembagian piagam dan hadiah semua anak-anak ribut menbuka hadiahnya, dan mereka berteriak “asyik..... gantungan kunci dari Thailand...”,  mereka terlihat bahagia, dan berkata “Ibu jadi semakin semangat untuk membaca buku”, bahkan ada anak-anak yang lain berkata “nanti saya juga mau lebih rajin membaca”.ketika itu aku acungkan jempol buat anak-anakku dan berkata “semakin semangat yah menbaca bukunya !”. Di kelas semua guru memberikan pengarahan, tentang hadiah yang diberikan,  ada hadiah ataupun tidak ada hadiah menbaca harus terus dilakukan, kalau lah mendapatkan hadiah itu adalah bonus dari kebiasaan membaca.

Itulah salah satu pengalaman guru SMP 4 Cikalongwetan dalam meningkatkan budaya baca di sekolah, walaupun dengan pemberian hadiah yang tidak seberapa tapi berharap dapat memotivasi warga sekolah untuk membaca buku.Mereka berharap semoga upaya kecil ini bisa bermamfaat untuk kemajuan dunia pendidikan dan literasi. (afi)

  Antara Gantungan Kunci dari Thailand dan Minat Baca di SMPN 4 Cikalongwetan

 

Setiap sebulan sekali untuk meningkatkan minat baca di SMPN 4 Cikalongwetan Bandung Barat, ada kebiasaan pemberian pengahargaan kepada siswa dan kelas yang menbaca buku terbanyak, pemberian penghargaan ini menjadi salah satu motivasi bagi anak-anak untuk meningkatkan budaya baca. Pemberian penghargaan pun beragam mulai dari piagama, barang menarik dan unik, uang saku, atau pun buku bacaan. Tentunya penghargaan tersebut diberikan kepada siswa dan juga kelas yang paling banyak membaca buku. Hadiah yang diberikan tersebut memang tidak memiliki nilai besar namun ketika diberikan anak akan senang dan juga termotivasi.

Seperti biasa setiap awal bulan para guru disibukkan kembali dengan  tugas untuk mendata siswa yang paling banyak membaca buku, dan menilai kelas terbanyak membaca bukupun mendata, dan rencananya akan diberi penghargaan pada hari senin, setelah kegiatan upacara selesai. Namun yang akan diberikan pada waktu itu hanya selembar piagam penghargaan saja. Salah satu guru di SMP 4 Cikalongwetan pun berujar “Seandainya punya uang lebih ingin membelikan hadiah selain piagam untuk memotivasi siswa menbaca buku, tapi sayang pada waktu itu uang saya terkuras habis untuk membayar SPP Kuliah,” Ketika sedang duduk bersantai, terlintaslah sebuah ide untuk memberikan barang yang pernah dibeli negeri Gajah putih. Barang tersebut berupa gantungan kunci yang dibeli cukup banyak ketika melakukan study banding ke ke negara tersebut.

Akhirnya  gantungan kunci tersebut dibawa ke sekolah pada hari senin. Dan ketika upacara berlangsung guru yang lain sibuk membungkus gantungan kunci yang akan dibagikan, lengkap dengan piagam penghargaannya. Kemudian pembagian hadiah pun tiba, saatnya siswa dan perwakilan kelas yang paling banyak membaca buku disuruh tampil kedepan, kemudian guru juga, mereka semua dibagi piagam dan hadiah kecil yang dibungkus rapih.

Setelah selesai pembagian piagam dan hadiah semua anak-anak ribut menbuka hadiahnya, dan mereka berteriak “asyik..... gantungan kunci dari Thailand...”,  mereka terlihat bahagia, dan berkata “Ibu jadi semakin semangat untuk membaca buku”, bahkan ada anak-anak yang lain berkata “nanti saya juga mau lebih rajin membaca”.ketika itu aku acungkan jempol buat anak-anakku dan berkata “semakin semangat yah menbaca bukunya !”. Di kelas semua guru memberikan pengarahan, tentang hadiah yang diberikan,  ada hadiah ataupun tidak ada hadiah menbaca harus terus dilakukan, kalau lah mendapatkan hadiah itu adalah bonus dari kebiasaan membaca.

Itulah salah satu pengalaman guru SMP 4 Cikalongwetan dalam meningkatkan budaya baca di sekolah, walaupun dengan pemberian hadiah yang tidak seberapa tapi berharap dapat memotivasi warga sekolah untuk membaca buku.Mereka berharap semoga upaya kecil ini bisa bermamfaat untuk kemajuan dunia pendidikan dan literasi. (afi)

  Antara Gantungan Kunci dari Thailand dan Minat Baca di SMPN 4 Cikalongwetan

 

Setiap sebulan sekali untuk meningkatkan minat baca di SMPN 4 Cikalongwetan Bandung Barat, ada kebiasaan pemberian pengahargaan kepada siswa dan kelas yang menbaca buku terbanyak, pemberian penghargaan ini menjadi salah satu motivasi bagi anak-anak untuk meningkatkan budaya baca. Pemberian penghargaan pun beragam mulai dari piagama, barang menarik dan unik, uang saku, atau pun buku bacaan. Tentunya penghargaan tersebut diberikan kepada siswa dan juga kelas yang paling banyak membaca buku. Hadiah yang diberikan tersebut memang tidak memiliki nilai besar namun ketika diberikan anak akan senang dan juga termotivasi.

Seperti biasa setiap awal bulan para guru disibukkan kembali dengan  tugas untuk mendata siswa yang paling banyak membaca buku, dan menilai kelas terbanyak membaca bukupun mendata, dan rencananya akan diberi penghargaan pada hari senin, setelah kegiatan upacara selesai. Namun yang akan diberikan pada waktu itu hanya selembar piagam penghargaan saja. Salah satu guru di SMP 4 Cikalongwetan pun berujar “Seandainya punya uang lebih ingin membelikan hadiah selain piagam untuk memotivasi siswa menbaca buku, tapi sayang pada waktu itu uang saya terkuras habis untuk membayar SPP Kuliah,” Ketika sedang duduk bersantai, terlintaslah sebuah ide untuk memberikan barang yang pernah dibeli negeri Gajah putih. Barang tersebut berupa gantungan kunci yang dibeli cukup banyak ketika melakukan study banding ke ke negara tersebut.

Akhirnya  gantungan kunci tersebut dibawa ke sekolah pada hari senin. Dan ketika upacara berlangsung guru yang lain sibuk membungkus gantungan kunci yang akan dibagikan, lengkap dengan piagam penghargaannya. Kemudian pembagian hadiah pun tiba, saatnya siswa dan perwakilan kelas yang paling banyak membaca buku disuruh tampil kedepan, kemudian guru juga, mereka semua dibagi piagam dan hadiah kecil yang dibungkus rapih.

Setelah selesai pembagian piagam dan hadiah semua anak-anak ribut menbuka hadiahnya, dan mereka berteriak “asyik..... gantungan kunci dari Thailand...”,  mereka terlihat bahagia, dan berkata “Ibu jadi semakin semangat untuk membaca buku”, bahkan ada anak-anak yang lain berkata “nanti saya juga mau lebih rajin membaca”.ketika itu aku acungkan jempol buat anak-anakku dan berkata “semakin semangat yah menbaca bukunya !”. Di kelas semua guru memberikan pengarahan, tentang hadiah yang diberikan,  ada hadiah ataupun tidak ada hadiah menbaca harus terus dilakukan, kalau lah mendapatkan hadiah itu adalah bonus dari kebiasaan membaca.

Itulah salah satu pengalaman guru SMP 4 Cikalongwetan dalam meningkatkan budaya baca di sekolah, walaupun dengan pemberian hadiah yang tidak seberapa tapi berharap dapat memotivasi warga sekolah untuk membaca buku.Mereka berharap semoga upaya kecil ini bisa bermamfaat untuk kemajuan dunia pendidikan dan literasi. (afi)

 

 




sumber :

Antalya rus escort