/ default

Berita
Gerakan Literasi Sekolah


Guru Mata Pelajaran Lain Bantu Siswa Peserta WJLRC Menyelesaikan Tantangan PRC (Premier's Reading Challenge) dari South Australia
24 Mei 2017 | 198 views

| |

Tantangan terakhir dari kegiatan WJLRC ini adalah menyelesaikan tantangan dari PRC (Premier's Reading Challenge) South Australia, yaitu mereviu minimal 3 buah buku/artikel mengenai Australia Selatan dan menulis Essai. Syaratnya adalah siswa peserta WJLRC yang sudah membaca lebih dari 24 buku dan masih terdaftar sebagai siswa baik itu SD, SMP atau SMA/K. Melihat tantangan tersebut saya Abdurrahman Umar, S.Pd. sebagai guru pembina literasi semangat sekali untuk menyampaikan kepada 6 orang siswa peserta WJLRC yang sudah membaca dan mereviu lebih dari 24 buku untuk mengikuti tantangan ini. Sulitnya mencari bahan bacaan mengenai Australia Selatan membuat saya berpikir untuk meminta bantuan kepada Pak Agus Hikmat, S.Pd. selaku guru Bahasa Inggris, Pak Arif Firmansyah S.T. selaku guru Tikom dan Pak Ayi Sirojul Munir S.Pd. selaku guru Bahasa Indonesia.

Pertama saya meminta bantuan kepada pak Arif Firmansyah S.T. untuk menemukan artikel mengenai Australia Selatan diinternet. Sebelumnya saya sudah berusaha untuk mencari buku ke Gramedia dan Toga Mas tetapi tidak ada buku mengenai Australia Selatan, mencari artikel diinternet juga sulit sekali, kebanyakan artikelnya mengenai gambar tidak ada keterangan atau tulisanya. Oleh sebab itu saya meminta bantuan beliau untuk mencari bersama artikelnya diinternet. Alhamdulillah setelah beberapa jam kami berdua menemukan beberapa artikel yang cukup menarik tentang Australia Selatan.

Kedua saya meminta bantuan kepada pak Agus Hikmat, S.Pd. untuk menerjemahkan isi artikel tentang Australia Selatan. Karena tulisan artikelnya semua menggunakan bahasa Inggris sangat sulit untuk memahaminya, walaupun saya bisa sedikit mengenai bahasa Inggris tapi tidak bisa memahami semuanya. Jadi saya meminta bantuan beliau untuk menterjemahkan isi dari artikel tersebut. waktunya cukup lama yaitu hampir 2 hari dikarenakan hari pertama di sekolah kami ada perpisahan sehingga belum sempat untuk menerjemahkanya, tetapi keesokan harinya terjemahan tentang artikel tersebut sudah selesai. Ada satu masalah lagi hasil terjemahan tersebut kalimatnya belum efektif masih terlihat rancu.

Ketiga saya meminta bantuan kepada pak Ayi Sirojul Munir, S.Pd. untuk merapihkan kalimat yang rancu tersebut, sehingga menjadi kalimat efektif dan utuh agar para siswa peserta WJLRC dapat memahami bacaan artikel tersebut. kesimpulanya adalah kegiatan literasi di sekolah tidak akan berjalan lancar kalau kita sendirian mengerjakanya tetapi dengan bantuan rekan-rekan guru insyaallah semua kegiatan literasi dapat berjalan dengan lancar. Apalagi mereka dilibatkan langsung dalam kegiatan ini sehingga menimbulkan pemikiran bahwa literasi itu sangat penting dalam kehidupan manusia. (Abdurrahman Umar)




sumber :