/ default

Berita
Gerakan Literasi Sekolah


BimTek Kurtilas Tentang Literasi untuk Bahasa Indonesia dan Pembahasan Tentang Kegiatan WJLRC oleh Ketua MGMP Kota Cimahi
23 Mei 2017 | 275 views

| |

Kegiatan BimTek guru sasaran kurikulum 2013 jenjang SMP diadakan mulai tanggal 22 – 27 Mei 2017 tempatnya di SMP N 6 Cimahi. Ada 13 sekolah yang mengikuti kegiatan ini. Jumlah pesertanya 143 orang. Mulai dari mata pelajaran PAI, PKN, IPS, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, SBK, Prakarya dan PJOK. Dalam kurtilas ternyata ada perubahan besar dalam materi tentang teks bahasa Indonesia. Saya juga selaku guru perintis merasa kaget melihat adanya Literasi dalam silabus kelas VII dan itu merupakan sebuah KD (Kompetensi Dasar).

Pada hari selasa merupakan materi tentang literasi yang disampaikan oleh ketua MGMP kota Cimahi yaitu Pak Deni Ahmad, H. M.Pd. selaku guru bahasa Indonesia di SMP N 2 Cimahi. Banyak sekali ilmu tentang literasi yang beliau sampaikan, hingga pada akhirnya menyinggung tentang masalah literasi yang berkaitan dengan WJLRC di kota Cimahi. Beliau bertanya kepada setiap sekolah tentang kegiatan WJLRCnya apakah masih berjalan atau tidak? Kebanyakan, jawaban dari semua sekolah mengalami kendala. Yang paling utama adalah kekurangan buku selain itu ada juga sekolah yang sering kehilangan buku termasuk SMP N 2 Cimahi sehingga kegiatan mereviu bukunya hanya sampai UTS saja selanjutnya belum ada lagi ketua MGMP pun menyadari kekuranganya. Saya juga Abdurrahman Umar, S.Pd. selaku guru perintis mengatakan kepada beliau masih banyak kekurangan meskipun masih bisa memaksakan kegiatan literasi di sekolah.

Kesimpulan dari semua permasalahan literasi di kota Cimahi ada beberapa poin, yang pertama kurangya partisipasi dari guru mata pelajaran lain untuk melaksanakan kegiatan literasi karena menurut mereka literasi itu hanya kegiatan guru bahasa Indonesia saja. Yang kedua tentunya kekurangan buku bacaan. Yang ketiga yaitu adanya sekolah yang susah untuk log in dan lupa paswordnya. Yang keempat adalah minat siswa untuk membaca buku kurang sekali dan biasanya beserta gurunya juga. Maka dari itu perlunya kerjasama antar sekolah yang sudah menerapkan kegiatan literasi bisa berbagi ilmu dan saling bertukar informasi mengenai kegiatan literasi di sekolah.

Menurut Pak Deni sebenarnya kegiatan literasi ini sudah baik sekali tetapi masih ada 1 kekurangan, yaitu masalah tidak adanya sanksi bagi sekolah yang tidak melaksanakan literasi ini. Kalau misalnya ada, pasti sekolah akan terpaksa melaksanakan kegiatan tersebut karena paksaan itu akan berubah menjadi kebiasaan. Ada solusi sanksi yang diberikan oleh teman-teman guru bahasa Indonesia sambil bergurau yaitu apabila sekolah tidak melaksanakan kegiatan literasi maka dana sertifikasi guru tidak akan cair. Tapi kalau kebijakan seperti ini dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mungkin semua guru akan melaksanakan literasi walaupun bukan dari mata pelajaran bahasa Indonesia. (Abdurrahman Umar)




sumber :

Antalya rus escort